Tampilkan postingan dengan label Akreditasi Puskesmas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akreditasi Puskesmas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Januari 2018

PUSPA yang UTAMA



PUSPA yang UTAMA



Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan di Indonesia, tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia sehingga dapat mewujudkan Indonesia sehat sesuai nawacita Presiden.
Sebagai unit pelaksana teknis Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puksesmas menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Kegiatan yang diutamakan di Puskesmas adalah upaya promotif dan preventif yang tak lain bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Sejalan dengan hal tersebut puskesmas memiliki standar yang harus dipenuhi yakni mengacu pada  Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 tentang ”Pusat Kesehatan Masyarakat”, merupakan landasan hukum dalam penyelenggaraan Puskesmas. 

Foto keluarga besar Puskesmas Pasirian

 

Puskesmas Pasirian merupakan salah satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Lumajang. Letaknya di Kecamatan Pasirian berada di bagian selatan Kabupaten Lumajang yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Di wilayah seluas 68,21 Km2 Puskesmas Pasirian membawahi tujuh desa yakni Pasirian, Condro, Nguter, Sememu, Madurejo, Selok Awar-Awar dan Selok Anyar. Jumlah sasaran sebanayak 54.063 jiwa penduduk Puskesmas Pasirian bertekad wujudkan pelayanan prima dengan melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan serta memberikan pelayanan sesuai dengan harapan masyarakat Pasirian dan sekitarnya.
Berpegang teguh pada visi ”Terwujudnya Masyarakat Pasirian Sehat dan Mandiri tahun 2019” yang pada akhirnya akan tercapai  Kecamatan Sehat menuju Indonesia Sehat. Kecamatan sehat adalah gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Indikator kecamatan sehat adalah: lingungan sehat, perilaku sehat, cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu, serta derajat kesehatan penduduk kecamatan. Untuk mendukung kecamatan sehat salah satu upaya yang dikembangkan saat ini adalah dengan adanya Desa Siaga, yang  salah satu indikatornya adalah ada Pos Kesehatan Desa sebagai Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM), dengan penggerakan masyarakat wilayah desa. Tentunya Puskesmas tidak dapat bekerja senderi untuk mewujudkan cita-cita tersebut, seluruh lintas sektor terkait aktif dan mendukung setiap program kesehatan yang susun bersama.

Puskesmas yang baik harus terukur, selain penilaian kinerja Puskesmas yang dilakukan setiap tahun adapula penilaian Puskesmas yang terstandar yakni Akreditasi Puskesmas. Tujuan utama akreditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan manajemen risiko. Akreditasi Puskesmas menjamin bahwa semua pasien mendapatkan pelayanan dan informasi yang sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien, tanpa memandang  golongan sosial, ekonomi, pendidikan, jenis kelamin, ras, maupun suku.

Penyambutan Surveior Akreditasi FKTP Kemenkes RI






Foto bersama surveior pada hari kedua


Foto bersama pada hari ketiga


Puskesmas Pasirian menjalani penilaian akreditasi Puskesmas oleh komisi akreditasi FKTP Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 26 hingga 28 September 2017. Pada saat itu semua elemen dilakukan observasi dan wawancara secara langsung kepada pimpinan dan anggota tim akreditasi Puskesmas Pasirian, kegiatan akreditasi berjalan lancar dan mengesankan.
Hasil yang ditunggu-tunggu telah tiba, selama menunggu kurang lebih tiga bulan akhirnya pengumuman hasil akreditasi keluar. Berdasarkan surat pemberitahuan status akreditasi Puskesmas dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tertanggal 22 Desember 2017 Puskesmas Pasirian ditetapkan sebagai Puskesmas Terakreditasi dengan status UTAMA. Bersama dengan Puskesmas Sumbersari Kecamatan Rowokangkung capaian ini merupakan pencapaian yang tertinggi di Kabupaten Lumajang.

Kepala Puskesmas Pasirian, dr. Miftachul Ulum megatakan bahwa tidak menargetkan harus lulus Utama atau Paripurna. Status apapun yang penting lulus sesuai dengan potensi yang kita miliki. Status Utama ini menjadi titik awal untuk memelihara sistem yang telah terbangun dengan baik. Dengan motto Melayani Setulus Hati Sedekat Sahabat Sehangat Keluarga kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan pencapaian kinerja lebih baik lagi.
Masih menurut dr. Ulum, Status Utama ini bukan sesuatu yang kebetulan belaka, Tim Puspa (sebutan : Puskesmas Pasirian) sangat solid dan penuh dengan semangat. Ditunjang dengan SDM yang cukup lengkap dan sesuai dengan kompetensi yakni dokter, dokter gigi, bidan, perawat, ahli kesehatan masyarakat, sanitarian, nutrisionis, analis kesehatan, dan tenaga lainnya menjadi poin penting dalam penyelenggaraan Puskesmas. Selain itu, perlatan medis di Puskesmas Pasirian dapat dikatakan lengkap untuk ukuran Puskesmas. Sehingga pencapaian ini sesuai dengan perjuangan dan usaha yang telah kita lakukan bersama selama ini. Harapannya kedepan Pasirian menjadi lebih baik dan semakin Jaya.
Kita Kuat Karena Bersama!!! Puspa Utama!!! Puspa Jaya!!!



Pelayanan loket yang representatif


Puskesmas tampak depan


Gedung Rawat Inap yang asri

Ruang tunggu pasien rawat jalan dilengkapi audio visual promosi kesehatan


Gedung Pertemuan yang luas




Kotak saran pelanggan sebagai media usulan masyarakat tentang pelayanan



            _Promkes-Puspa_


Senin, 20 Maret 2017

Mengenal Pubertas Sejak Dini (Kesehatan Reproduksi Remaja)

Menyinggung masalah pubertas secara terbuka akan dinilai masyarakat umum sebagai hal yang saru atau dalam Bahasa Indonesianya adalah tidak pantas, terlalu tabu.
Lantas apa yang terjadi apabila anak-anak yang menginjak usia remaja awal ini tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni?
Ibarat sedang akan berperang namun tidak memahami medan yang akan dihadapi.
Tentu bisa jadi remaja kita akan salah mengambil arah dan justru terjerumus kepada hal yang tidak diinginkan kita semua, terutama para orang tua.

Berdasarkan data rekapitulasi KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) Puskesmas Pasirian pada tahun 2016 diketahui telah ada 15 kasus kehamilan diluar nikah dan 25 remaja usia 10-18 tahun mengaku pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah dimana 68% dari 25 remaja tersebut adalah remaja yang mengenyam bangku pendidikan di sekolah. Hal tersebut merupakan masalah kesehatan pada remaja yang perlu diselesaikan dan kemudian dilakukan pencegahan.

Upaya pencegahan yang dilakukan Puskesmas Pasirian adalah dengan mengintensifkan kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) mengenai KRR di 44 sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pasirian. Kegiatan seperti ini bermanfaat sebagai wadah diskusi bagi remaja agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang dapat merugikan. Diskusi dan materi yang diberikan kepada remaja tentu berbeda disesuaikan dengan usia mereka. Untuk remaja dengan usia 10-12 tahun (SD kelas 4, 5 dan 6) diberikan materi Pubertas saja agar mereka siap dan tidak bingung/kaget dalam menghadapi pubertas yang akan dialami sedangkan remaja 13-18 tahun (SMP dan SMA) diberikan tambahan materi yaitu Seks Pra Nikah, Kehamilan Tidak Diinginkan, Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) serta materi HIV/AIDS. Materi yang diberikan terbilang lebih banyak karena pada usia tersebut remaja cenderung telah mengenal Napza ((Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) dan mulai mencoba memiliki hubungan dengan lawan jenis seperti pacaran.

Diskusi yang ada juga sangat berbeda satu sama lain antara siswa SD dengan siswa SMP atau SMA. Siswa SD cenderung lebih banyak menanyakan hal-hal yang mendasar terkait pubertas. Seperti...
  • Mengapa kita harus siap dengan pubertas?
  • Mengapa perempuan menstruasi?
  • Mengapa laki-laki memiliki jakun?
  • Bagaimana apabila kita menstruasi lebih dari 7 hari bahkan sampai 10 hari?
  • Apakah bermain dengan laki-laki tidak boleh? Kan cuma bermain...
  • dan pertanyaan-pertanyaan "polos" lainnya
Sedangkan diskusi KRR dengan remaja usia SMP-SMA lebih spesifik pada Infeksi Menular Seksual, Mitos dan fakta mengenai reproduksi remaja dan Napza. Seperti...
  • Apakah masturbasi/onani itu dapat mengurangi kesuburan?
  • Mengapa ganja ilegal padahal tidak menyebabkan kematian (overdosis) seperti obat-obatan?
  • Apakah orang yang cukur rambut di tukang cukur rambut dan kemudian terluka oleh pemotong rambut yang tidak steril (mengandung HIV) dapat tertular HIV?
  • Bagaimana caranya memberi nasihat kepada teman yang suka nonton film porno?
  • Apa tindakan pencegahan yang dilakukan Puskesmas terhadap adanya Napza di kalangan remaja?
  • dan pertanyaan-pertanyaan "cerdas" lainnya
Kami sebagai tim KRR sangat senang sekali dengan antusiasme para peserta sehingga diskusi-diskusi yang kami selenggarakan dapat memberikan dampak positif dan dapat mengurangi angka masalah kesehatan remaja di Pasirian. Tidak lupa kami juga selalu menanamkan bahwa remaja/pemuda adalah penerus bangsa, masa depan ada di tangan mereka. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan rasa tanggung jawab terhadap orang tua, keluarga, dan bangsa negara. Dengan remaja yang sehat secara fisik, sosial, mental, psikis dan moral maka mereka akan lebih mudah meraih masa depan yang cerah.




-Adila

Selasa, 14 Maret 2017

Jalin Kerjasama Lintas Sektor dengan Gowes Bersama Kunjungi Kepala Desa




Kerjasama lintas sektor menjadi poin yang sangat penting untuk dilakukan untuk mensukseskan semua program dan kegiatan yang ada. Terlebih pada era Akreditasi Puskesmas yang menjadi ujung tombak penilaian pokja UKM. Berbagai upaya harus dilakukan untuk mensukseskannya. Stake holder masing-masing instansi terkait harus terangkul bersama dan berkomitmen mendukung.

Tujuan dari kerjasama lintas sektor  adalah untuk menggalang kerjasama dalam rangka penyelenggaraan pembangunan di bidang kesehatan untuk meningkatkan program pembinaan pembangunaan bidang kesehatan masing-masing sektor. Mengetahui peran masing-masing sektor dan saling mendukung untuk melaksanakan pembangunan di bidang kesehatan, merumuskan kerja sama pembinaan pembangunan dalam bidang kesehatan di wilayah kerjanya masing-masing.

 
Puskesmas Pasirian mengadobsi usaha yang dilakukan oleh Puskesmas Gesang yakni gowes bersama dan melakukan PSN tiap minggu. Sedikit berbeda dengan yang dilakukan Puskesmas Gesang, Puskesmas Pasirian memodifikasinya dengan melakukan kunjungan pada balita gizi buruk dengan memberikan penyuluhan pada keluarga dan memberikan PMT. Sekedar informasi, bahwa di Wilayah Kerja Puskesmas Pasirian balita gizi buruknya tertinggi di Kabupaten Lumajang :(

Kerjasama lintas sektor dengan metode tersebut lebih mengena, karena desain kegiatannya santai dan tidak terlalu serius. Harapannya kerjasama yang dilakukan ini bisa terjalin dengan baik dan terus-menerus. Kepala Puskesmas Pasirian dr. Miftachul Ulum berkomitmen untuk melakukan kerjasama tersebut dengan berkesinambungan.

Pertama dimulai dengan mengunjungi Desa Madurejo pada hari Jumat, 10 Maret 2017. Kepala Desa Madurejo Bapak Sunasip mengapresiasi kegiatan tersebut. Beliau mengatakan bahwa dengan begitu, pihak puskesmas dan desa bisa lebih dekat. Kedepan akan lebih banyak kegiatan yang dapat merekatkan antara puskesmas dan desa.



Setelah puas berkeliling Pasirian, dilanjutkan dengan sarapan bersama. Menu spesial yang disiapkan oleh Abah Akhmad Yani, Amd.Kep., yakni Ansi jangung...
Waaw mantappp mator sakalangkong bah...
(mr_bas#promkes_puspa)


Selasa, 15 November 2016

SIAP AKREDITASI, Pengelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Puskesmas Pasirian Ikuti Desiminasi K3 Puskesmas


Sabtu, 12 November 2016 di Ruang Pertemuan Pisang Agung Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang menjadi pemandangan yang baru, pasalnya meskipun hari Sabtu yang biasanya libur pada hari tersebut dilaksanakan Desiminasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Puskesmas. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mempersiapkan semua pengelola Pos UKK Puskesmas se Kabupaten Lumajang dalam menghadapi akreditasi Puskesmas yang sudah di depan mata.

Tepat pukul 09.16 WIB pemateri dari RSUD dr. Soetomo Surabaya hadir dan memberikan materi tentang Indikator Penilaian K3 di Puskesmas. Beliau adalah Bapak Suhariono, S.T., M.M., merupakan sekretaris komite K3RS RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Ada beberapa indikator yang harus dipenuhi salah satunya adalah pemasangan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan jalur evakuasi. Pemasangan APAR dan Jalur Evakuasi tidak boleh sembarangan, ada standartnya sendiri. Peserta tampak antusias dan banyak berdiskusi dalam kegiatan tersebut. Semoga Akreditasi tahun 2017 berjalan lancar aamiin.. (mr_bas).